
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bungo turut serta dalam kegiatan penting Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi, bertempat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Kemenag untuk mengimplementasikan kurikulum baru yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, toleransi, dan akhlak mulia dalam ekosistem pendidikan madrasah. Kehadiran Kepala MIN 3 Bungo menegaskan komitmen madrasah tersebut dalam menyambut wajah baru pendidikan Islam yang lebih humanis dan inklusif.
Pembukaan BIMTEK berlangsung meriah dan penuh semangat. Dalam salah satu sesi foto bersama, Kepala MIN 3 Bungo terlihat berpose bersama para pejabat dan peserta lain, menampilkan isyarat tangan berbentuk hati atau "saranghae" yang populer, sebagai simbolisasi semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Momen tersebut menggarisbawahi pesan utama kurikulum, yakni pentingnya peran hati dan kasih sayang sebagai fondasi dalam proses belajar mengajar. Layar besar di belakang para peserta menunjukkan tema kegiatan: "BIMTEK Kurikulum Berbasis Cinta, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi Tahun 2025," menandakan fokus dan relevansi program ini di tingkat provinsi.
Kegiatan BIMTEK ini diikuti oleh ratusan peserta, yang sebagian besar adalah kepala madrasah dan perwakilan pendidik dari berbagai jenjang di lingkungan Kemenag Provinsi Jambi. Foto kedua memperlihatkan kerumunan besar peserta yang berjejer rapi dalam sebuah ruangan, semuanya serempak membuat isyarat hati dengan tangan mereka. Pemandangan ini mencerminkan antusiasme kolektif dan dukungan penuh dari komunitas pendidikan madrasah terhadap inisiatif KBC. Partisipasi masif ini diharapkan mampu menciptakan gelombang perubahan positif yang seragam di seluruh madrasah di Provinsi Jambi.
Materi yang disampaikan dalam BIMTEK ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang filosofi, strategi, dan langkah-langkah konkret dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Kurikulum ini tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi secara khusus menekankan pembangunan karakter, kecerdasan emosional, dan spiritual peserta didik. Kepala MIN 3 Bungo, setelah menerima materi, diharapkan menjadi pelopor dan motor penggerak implementasi KBC di madrasahnya, memastikan bahwa lingkungan belajar menjadi lebih ramah, nyaman, dan berfokus pada pembentukan pribadi yang utuh dan berakhlak mulia.
Melalui keikutsertaan ini, MIN 3 Bungo siap mengadopsi dan mengintegrasikan nilai-nilai cinta, toleransi, dan kemanusiaan ke dalam seluruh kegiatan madrasah, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran hingga interaksi sehari-hari antara guru dan siswa. Harapannya, Kurikulum Berbasis Cinta dapat mewujudkan Madrasah Penuh Cinta, menjadikan lulusan madrasah tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, berempati, dan siap berkontribusi pada penyelesaian masalah-masalah sosial di masyarakat, sesuai dengan visi Kementerian Agama.
|
135x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...